Dulu aku termasuk orang yang belajar hanya ketika ujian sudah di depan mata. Semalam suntuk menghafal, lalu keesokan harinya sudah lupa sebagian besar.
Suatu hari, ustaz menyarankan kami mencatat hal-hal kecil setiap hari — cukup lima sampai sepuluh menit setelah pelajaran selesai. Aku mencobanya meski awalnya ragu.
Perubahan yang kurasakan
Lambat laun, catatan harian itu menjadi kebiasaan. Saat ujian tiba, aku tidak perlu lagi begadang karena materi sudah kuterapkan sedikit demi sedikit setiap hari.
Kebiasaan kecil ternyata punya dampak besar. Dari situlah aku belajar bahwa konsistensi mengalahkan usaha besar yang dilakukan sekali-sekali.

