Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Hadis ini menjadi pengingat sederhana namun berat untuk diamalkan, terutama bagi kita yang sehari-hari hidup bersama banyak orang di lingkungan pondok.
Lisan adalah pintu terkecil yang mampu membawa manfaat atau mudarat terbesar. Satu kata yang baik dapat menenangkan hati kawan, sementara satu kata yang menyakitkan bisa merusak ukhuwah yang bertahun-tahun dibangun.
Di bulan Ramadan, menjaga lisan menjadi lebih istimewa. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga menahan diri dari perkataan sia-sia. Semoga kita semua termasuk golongan yang lisannya terjaga.

