Ada anggapan lama bahwa santri hanya berkutat pada kitab kuning dan terasing dari perkembangan zaman. Anggapan itu hari ini sudah usang. Santri justru berada di posisi strategis untuk memadukan nilai keislaman dengan kecakapan teknologi.
Teknologi hanyalah alat. Nilai yang menentukan arah penggunaannya tetaplah akhlak dan ilmu agama yang kita pelajari setiap hari. Justru karena itulah santri perlu melek teknologi, agar mampu menjadi penjaga moral di ruang-ruang digital.
Maka, mari kita manfaatkan gawai bukan sekadar untuk hiburan, tetapi untuk belajar, berdakwah, dan berkarya. Santri yang melek teknologi akan menjadi agen perubahan yang sesungguhnya.

