Malam itu asrama mulai sepi. Sebagian teman sudah terlelap, sementara aku masih duduk di sudut kamar dengan selembar kertas kosong di hadapanku. Pena di tanganku terasa berat, seolah setiap kata yang akan kutulis membawa sejuta kerinduan.
Bu, aku menulis surat ini selepas mengaji. Aku ingin bercerita banyak hal, tentang teman-teman baruku, tentang halaman pondok yang luas, tentang aroma dapur yang selalu mengingatkanku pada masakan Ibu.
Namun yang paling ingin kusampaikan sederhana saja: aku baik-baik saja di sini. Semoga Ibu dan Ayah selalu sehat. Aku akan pulang membawa kabar gembira, insya Allah.

